Beberapa hari yang lalu, tepatnya Jumat 12 Februari 2021 Forum Masyarakat Penyelamat Hutan Alam Sumatera-Jambi (Formaphsi) menyelenggarakan Kegiatan Webinar Seri II yang Bertemakan “ Bencana Alam dan Izin Pakai Kawasan Hutan”.

Dalam kegiatan tersebut, Adios Safri selaku koordinator Formaphsi menjelaskan Kegiatan webinar Seri II ini bertujuan bagaimana Proktesi Bencana Alam yang disebabkan oleh kerusakan Hutan, sehingga ke depannya secara bersama-sama dapat mengurangi bencana alam yang di sebabkan oleh kerusakan Lahan dan Hutan.

“Kawasan Hutan memiliki Hubungan Erat dengan Bencana Alam yang terjadi akhir-akhir ini di Negara kita tercinta ini, dimana kerusakan hutan menyebabkan besarnya potensi bencana alam atau bisa memperparah bencana alam itu sendiri,” ujarnya.

Menurut A. Taupik Kabid PPM Dinas kehutanan Provinsi Sumatera Selatan yang merupakan salah satu narasumber dalam kegiatan ini mengatakan tingkat bencana alam belakangan ini memang sangat meresahkan dan memperhatinkan.

“Namun kami sebagai Pemerintah (DISHUT) tidak dapat berbuat banyak dalam mengambil kebijakan terhadap Izin Pinjam Pakai Kawasan karena hal domen pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian LHK,” katanya.

Kegiatan pertambangan yang juga meresahkan, yang menurut kami juga merupakan domen pemerintah pusat (Kementrian). “Kami di DISHUT juga tidak bisa berbuat lebih jauh, namun dalam hal diskusi hari ini menjadi catatan kami dan akan kami sampaikan ke rekan-rekan di bidang-bidang yang berkaitan dampak dari Izin Pinjam Pakai Kawasan terhadap potensi terjadinya Bencana Alam,” katanya.

Di sisi lain Sahwan perwakilan Masyarakat Desa Muara Maung menyampaikan kondisi Desa Muara Maung yang sangat menyedihkan dimana pada Bulan Desember 2020 lalu desa mereka diterjang bencana banjir yang mangakibatkan lahan pertanian mereka gagal panen serta rumah-rumah masyarakat terendam banjir.

“Hal ini merupakan dampak dari aktivitas tambang-tambang batubara di sekitaran Desa Muara Maung, yang mengakibatkan pendangkalan Sungai Kungkilan dan kerusakan hutan di sekitar Desa,” ungkapnya.

Arlan (Aktivis lingkungan) menyampaikan saat ini Desa Sako Suban kec. Batanghari Leko Kab. Musi Banyuasin sedang dilanda bencana banjir dimana rumah-rumah terendam banjir serta akses jalan menuju Desa sempat terputus.

Seharusnya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan lebih peka terhadap Potensi Bencana Alam yang membuat masyarakat kian menderita, bukan malah mengumbar Izin Pinjam pakai kawasan Hutan Kepada segelintir orang saja.

Lebih lanjut, Arlan menyayangkan adanaya pemberian izin pinjam pakai kawasan hutan pada hutan alam tersisa di Sumsel – Jambi, padehal potensi bencana di daerah tersebut sangatlah kasat mata.

Pemerintah lebih senang Rakyatnya menderita demi sebuah investasi untuk pemasukan Negara, ini sangat lah menyedihkan dan diperparah Pemerintah Daerah pun seolah-olah lepas tangan dan berdalih ini bukan wewenang Pemerintah Daerah.



Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Webinar Formaphsi Korelasi Bencana Alam dan Izin Pakai Kawasan Hutan, https://sumsel.tribunnews.com/2021/02/16/korelasi-bencana-alam-dan-izin-pakai-kawasan-hutan?page=2.



Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Webinar Formaphsi Korelasi Bencana Alam dan Izin Pakai Kawasan Hutan, https://sumsel.tribunnews.com/2021/02/16/korelasi-bencana-alam-dan-izin-pakai-kawasan-hutan.

Editor: Prawira Maulana



Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Webinar Formaphsi Korelasi Bencana Alam dan Izin Pakai Kawasan Hutan, https://sumsel.tribunnews.com/2021/02/16/korelasi-bencana-alam-dan-izin-pakai-kawasan-hutan.

Editor: Prawira Maulana